HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT ANTIHISTAMIN DI APOTEK K-24 MEKARSARI TAHUN 2025
Abstract
ABSTRAK
Pengetahuan merupakan efek lanjutan dari keingintahuan individu berkenaan dengan objek melalui indra yang dimiliki. Setiap individu memiliki pengetahuan yang tidak sama karena pengindraan setiap orang mengenai suatu objek berbeda-beda. Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis terhadap gejala sakit yang terjadi. Antihistamin adalah zat yang digunakan untuk mencegah atau menghambat kerja histamin pada reseptornya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Obat Antihistamin di Apotek K-24 Mekarsari.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif melalui pendekatan chi-squre dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Jumlah responden sebanyak 380 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 2022 dengan uji statistik chi-square.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan di kategorikan cukup sebanyak 185 responden (48,7%), berusia 17 – 25 tahun sebanyak 170 responden (44,7%), dengan pendiidkan terakhir SMA/SMK sebanyak 310 responden (81,6%) dan pekerjaan sebagian besar karyawan swasta sebanyak 202 responden (53,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendiidkan terakhir dan status pekerjaan dengan nilai signifikansi untuk pendidikan terakhir 0,000 (p<0,05) dan 0,001 (p<0,05) untuk status pekerjaan, namun tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi Antihistamin di Apotek K-24 Mekarsari.









