Farmasi-QU Jurnal Pelayanan Kefarmasian https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ <p>JURNAL FARMASI BHUMI HUSADA JAKARTA</p> <p>&nbsp;</p> <p>Jurnal Farmasi-Qu bhumi Husada diterbitkan setiap satu tahun sekali dalam bentuk cetak. Ditengah-tengah kesibukan dosen, Redaksi berharap Jurnal Farmasi-Qu Bhumi Husada ini dapat secara rutin terbit setiap satu tahun sekali, untuk itu kami mohon partisipasi, komitmen dan dukungannya.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Banyak tantangan yang dihadapi untuk dapat diterbitkannya Jurnal Farmasi-Qu Bhumi Husada ini secara rutin atau berkala, tetapi hendaknya tantangan yang ada dapat menjadi dorongan bagi seluruh Dosen di Akademi farmasi Bhumi Husada Jakarta untuk selalu mengirimkan artikel pada edisi berikutnya.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Perlu diingat bahwa Jurnal ini dapat memberikan kesempatan kepada seluruh dosen atau peneliti untuk mendeseminasikan karya-karya penelitian atau karya ilmiah agar bermanfaat bagi masyarakat luas.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Semoga Jurnal Farmasi Bhumi Husada tetap terbit secara berkesinambungan dimasa depan dan Redaksi mengucapkan “Selamat Membaca”.</p> AKADEMI FARMASI BHUMI HUSADA JAKARTA en-US Farmasi-QU Jurnal Pelayanan Kefarmasian 2407-215X HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP SWAMEDIKASI OBAT ANALGESIK DI KELURAHAN RANGKAPAN JAYA, KOTA DEPOK TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/126 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Informasi tentang penggunaan obat anti nyeri sangat dibutuhkan masyarakat dalam melakukan swamedikasi, agar swamedikasi yang dilakukan aman dan tepat sesuai keluhan penyakitnya. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Swamedikasi (pengobatan sendiri) Obat Analgesik di Rw.10 Kelurahan Rangkapan Jaya, Kota Depok.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini merupakan metode survei dengan menggunakan angket (kuesioner) dalam bentuk <em>google form</em>. Rancangan penelitiannya deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode <em>cross-sectional</em>, sampel diambil secara <em>random sampling,.</em> Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan masyarakat Kelurahan Rangkapan Jaya Depok. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 275 sampel yang diambil dari perwakilan masing-masing Kepala Keluarga. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan program SPSS22.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian analisis univariat menunjukan dari 275 responden, (89.1%) pernah melakukan swamedikasi dengan obat analgesik, pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi yaitu baik (69.1%) demikian juga pengetahuan analgesik yaitu baik (67.6%). Alasan responden melakukan swamedikasi karena penyakit dianggap ringan (52.0%). Sumber informasi obat paling banyak didapat dari media elektronik (82.2%). Obat analgesik yang banyak digunakan yaitu parasetamol (68.0%).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sedangkan pada penelitian analisis bivariat menunjukan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik responden jenis kelamin (<em>p value</em> 0.025) dan status pekerjaan (<em>p value</em> 0.027) dengan tingkat pengetahuan swamedikasi obat analgesik.</p> <p>&nbsp;</p> Putri Okkyana K Anjani Dwi ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 1 9 10.56319/bhj.v12i2.126 ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP ISPA DI KELURAHAN BINTARO KECAMATAN PESANGGRAHAN JAKARTA SELATAN TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/127 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>ISPA adalah penyakit menular yang paling sering menyebabkan kematian (morbiditas) dan kesakitan (mortalitas) di seluruh dunia. Pada penelitian sebelumnya hasil menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Pengetahuan masyarakat yang baik dapat membantu masyarakat mencegah penularan penyakit ISPA ataupun dapat membantu pengobatan masyarakat yang telah mengalami ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang ISPA di Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah Korelasional dengan desain penelitian Kuantitatif. Penelitian ini dilakukan terhadap 347 responden sebagai sampel pada bulan Januari-Maret 2024. Pengambilan data dengan kuesioner dalam bentuk google form dan kuesioner yang dibagikan secara langsung dan diolah dengan program SPSS versi 22.</p> <p>Analisa bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan ISPA terhadap jenis kelamin (p= 0,003), terhadap umur (p= 0,000), terhadap tingkat Pendidikan (p= 0,000), terhadap pekerjaan (p=0,000), dan terhadap tingkat penghasilan (p= 0,000). Nilai p &lt; α maka uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat penghasilan dengan tingkat pengetahuan terhadap ISPA. Masyarakat memiliki tingkat pengetahuan tentang ISPA yang cukup yaitu sebanyak 186 responden (53,6%), pengetahuan kurang yaitu sebanyak 125 responden (36%), dan pengetahuan baik yaitu sebanyak 36 responden (10,4%).</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Fitriati Retno Putri Okkyana K Puspitasari Putri ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 10 19 10.56319/bhj.v12i2.127 EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TBC PARU DAN TB EKSTRAPARU DALAM PENGAMBILAN OBAT DI RSUD “X” JAKARTA TIMUR TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/129 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Kepatuhan pasien dalam pengambilan obat secara teratur sampai tuntas merupakan salah satu faktor yang menetukan keberhasilan dalam pengobatan tuberkulosis paru dan ektraparu. Penelitian ini juga untuk Mengeevaluasi &nbsp;tingkat kepatuhan pasien dalam pengambilan obat tuberkulosis paru dan ekstraparu berdasarkan ketepatan waktu kontrol atau kembali berobat.</p> <p>Penelitian ini non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif yaitu dengan menggambarkan, menguraikan hasil pengamatan dari data pengambilan obat dengan menggunakan data <em>retrospektif</em>. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh data pengambilan obat TBC paru dan ektraparu di Poliklinik Paru RSUD “X” &nbsp;Jakarta Timur Periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2023.</p> <p>Karakteristik pasien dengan jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki berjumlah 827 pasien (52,5%), kelompok umur terbanyak di 21-40 tahun 475 pasien (30,1%), adapun jenis pekerjaan yang paling banyak yaitu tidak bekerja 628 pasien (40,1%).</p> <p>Hasil penetian selama tiga tahun menunjukkan bahwa dari 1576 pasien yang patuh dalam pengambilan obat sebanyak 1299 pasien (82,4%) dan 277 pasien (17,6%) tidak patuh, antara lain karena putus obat, meninggal dunia, atau ambil tidak tepat waktu. Analisis <em>bivariat </em>dengan menggunakan program SPSS 27 menunjukkan adanya hubungan antara jenis pekerjaan dengan kepatuhan pengambilan obat TBC paru dan ekstraparu, analisa <em>bivariat </em>dengan uji <em>chi-square </em>terdapat nilai <em>P value </em>22,426 dengan <em>sig</em>. 0,008 &lt; 0,050 dan nilai <em>contingency coefficient </em>0,118.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Indrianti Poppy Laeli S ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 20 28 ANALISA KELENGKAPAN RESEP PASIEN RAWAT JALAN SECARA ADMINISTRATIF, FARMASETIK, DAN KLINIS SERTA INTERAKSI OBAT DALAM SATU LEMBAR RESEP DI RUMAH SAKIT “X” JAKARTA SELATAN TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/130 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Latar Belakang :</strong> Pengkajian resep adalah aspek yang sangat penting karena dapat membantu mengurangi terjadinya <em>medication error. </em>Interaksi obat adalah suatu faktor yang dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Interaksi obat bisa terjadi karena adanya obat lain, makanan, minuman, jamu atau zat kimia yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan resep berdasarkan analisis administratif, farmasetik, dan klinis serta interaksi obat dalam satu lembar resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS “X” Jakarta Selatan periode 1 Januari 2024 - 31 Maret 2024. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini seluruh lembar resep rawat jalan yang telah dilayani sebanyak 6900 lembar resep, dengan sampel sebanyak 455 lembar resep yang diambil secara <em>random </em>5 lembar resep per hari.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase kelengkapan resep secara administratif paling banyak tidak lengkap pada “berat badan pasien” sebesar 155 lembar resep (34,1)%, secara farmasetik tidak lengkap pada penulisan “kekuatan sediaan obat” sebesar 20 lembar resep (4,4%), dan secara klinis tidak lengkap pada riwayat “alergi” obat sebesar 452 lembar resep (99,3%), interaksi obat yang mungkin terjadi pada peresepan rawat jalan didata menggunakan <em>drug interaction checker </em>diperoleh interkasi obat dengan tingkat keparahan <em>mayor</em> sebesar 2 lembar resep (0,4%), <em>Moderate</em> 87 lembar resep (19,2%) dan <em>minor</em> 1 lembar resep (0,2%).</p> <p>&nbsp;</p> Sari Wahyu Kartika Mulia Ika ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 29 39 ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG DAGUSIBU OBAT ANTIBIOTIK DI APOTEK “X” KELURAHAN ABADIJAYA KOTA DEPOK TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/131 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) merupakan program edukasi untuk untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, juga untuk menganalisa tingkat pengetahuan dan kesadaran tentang pengelolaan dan penggunaan obat yang benar.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tujuan penelitian ini untuk menganalisa Tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat antibiotik, jenis obat antibiotik yang digunakan, alasan penggunaan obat antibiotik serta hubungan karakteristik dengan pengetahuan masyarakat.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif dengan alat instrumen berupa kuesioner yang dilakukan pada bulan Januari-Maret 2024. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan program <em>Ms. Excel</em> dan <em>SPSS</em> versi 22.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan responden didominasi oleh usia dewasa (54,1%), berjenis kelamin perempuan (60,7%), pendidikan tinggi (41,5%) dan belum/tidak bekerja (52,6%). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat antibiotik berada pada kategori cukup (55,76%). Jenis antibiotik didominasi Amoxicillin (51,1%). Alasan penggunaan antibiotik didominasi berdasarkan inisiatif sendiri (57,8%). Hasil pada uji hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan didapatkan hasil adanya hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan berdasarkan hasil <em>P value</em> sebesar 0,035 (<em>P value</em> &lt;0,05).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Apotek ”X” Kelurahan Abadijaya Kota Depok memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dalam hal DAGUSIBU obat antibiotik. Maka perlu dilakukan penyuluhan dan promosi kesehatan pada masyarakat. Serta tidak semua karakteristik dapat memengaruhi tingkat pengetahuan seseorang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci : DAGUSIBU, Obat, Antibiotik, Pengetahuan.</strong></p> Sanjaya Mira Husni Sari Wahyu Kartika Azzahra Widiya ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 40 46 EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK “X” JAKARTA TIMUR TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/132 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pelayanan kesehatan merupakan upaya kesehatan yang diselenggarakan baik secara perorangan maupun berkelompok dalam suatu organisasi dengan tujuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan Kesehatan perorangan, keluarga, kelompok, ataupun masyarakat. Dalam melaksanakan hal tersebut, pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada masyarakat harus optimal dan bermutu baik. Tingkat kepuasan pasien sangat penting dan berhubungan erat dengan tingkat kunjungan kembali pasien sehingga hal ini dapat digunakan sebagai indikator terhadap kualitas pelayanan kesehatan Untuk dapat menilai tingkat kepuasan pasien tersebut, terdapat 5 (lima) dimensi penilaian terhadap kualitas pelayanan kesehatan, yaitu keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan (assurance), empati (empathy), dan fasilitas (tangible).</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh responden atau keluarga responden yang sudah menerima obat di Klinik “X” Jakarta Timur dengan populasi sasaran adalah responden yang berusia 17-65 tahun. Dimana populasi yang didapat adalah sebanyak 245 orang. Jumlah sampel yang akan diambil adalah 151 Responden.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dimensi yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi adalah keyakinan <em>(assurance)</em> dengan nilai persentase 60,2%, sedangkan dimensi yang memiliki tingkat kepuasan terendah adalah dimensi ketanggapan <em>(Responsiveness)</em> dengan persentase 30,6%. Berdasarkan uji chi-square diperoleh nilai p-value&gt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik jenis kelamin dengan kepuasan pasien.</p> <p>&nbsp;</p> Istikayati Nur Sri Septi Arlinda ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 47 54 COPING STRATEGY SEBAGAI FAKTOR PENENTU BURNOUT DI KALANGAN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2024 https://jurnal.akfarbhumihusada.ac.id/index.php/BHJ/article/view/133 <h1><a name="_Toc177770582"></a>ABSTRAK</h1> <p>&nbsp;</p> <p>Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam kesejahteraan holistik. Para profesional medis kerap menghadapi beban kerja berat, jam kerja panjang, dan tekanan emosional tinggi dalam merawat pasien. Kondisi ini berpotensi memicu stres berkepanjangan dan kelelahan emosional, yang dikenal sebagai burnout. <em>Coping strategy</em> atau strategi penanganan adalah upaya kognitif dan perilaku untuk mengelola tuntutan eksternal dan internal yang dianggap memberatkan atau melebihi kapasitas individu. Studi ini mengkaji korelasi antara <em>coping strategy</em> dan burnout menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner di Rumah Sakit X.</p> <p>Desain penelitian <em>cross sectional</em> digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen pada satu titik waktu. Mayoritas responden adalah perempuan (67,7%), berusia 26-35 tahun (36,8%), berpendidikan tinggi (73,7%), dengan masa kerja 10 tahun (54,1%), dan berstatus karyawan honorer (63,9%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan <em>coping strategy</em>. Untuk burnout, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan korelasi signifikan. Secara umum, terdapat hubungan antara <em>coping strategy</em> dan burnout (<em>p-value</em> 0,013). Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa <em>problem-focused coping</em> berkorelasi dengan burnout (<em>p-value</em> 0,003), sementara <em>emotion-focused coping </em>tidak menunjukkan hubungan signifikan. <em>Burnout </em>erat kaitannya dengan <em>coping strategy</em> yang digunakan. Semakin tinggi kemampuan <em>problem-focused coping</em>, semakin rendah tingkat stres. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengembangkan <em>strategi coping</em> yang efektif untuk mengatasi <em>burnout</em> di kalangan tenaga kesehatan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Safitri Elly Suprapto Reza ##submission.copyrightStatement## 2025-07-09 2025-07-09 12 2 55 67