HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP OBAT ANALGESIK DI APOTEK K-24 CILILITAN BESAR JAKARTA TIMUR TAHUN 2025
Abstract
ABSTRAK
Analgesik merupakan salah satu jenis obat yang paling sering digunakan masyarakat untuk meredakan nyeri. Apotek menyediakan berbagai jenis obat analgesik namun masih banyak masyarakat yang belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait dosis, indikasi, efek samping serta cara penggunaanya secara tepat dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan pasien/ pengunjung terhadap obat analgesik di Apotek K-24 Cililitan Besar.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan Teknik Purposive Sampling dalam pengambilan sampel. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus slovins, sehingga diperoleh 400 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Adapun kriteria inklusi dalam penlitian ini adalah responden yang berusia 17-65 tahun yang merupakan pasien/pengunjung Apotek K-24 Cililitan Besar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 233 responden (58,25%), rentang usia terbanyak adalah usia 26-35 tahun dengan jumlah 135 responden (33,75%), tingkat pendidikan terbanyak adalah tingkat pendidikan SMA/SMK dengan jumlah responden 284 (71%), sedangkan pekerjaan terbanyak adalah pegawai swasta dengan jumlah responden 180 (45%). Adapun tingkat pengetahuan masyarakat mengenai obat analgesik terbanyak menunjukkan kategori cukup, yaitu sebanyak 185 responden (46.25%). Selain itu, kategori kurang sebanyak 141 responden (35,25%) dan kategori baik sebanyak 74 responden (18,50%). Obat analgesik yang paling banyak digunakan responden adalah Paracetamol. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan antara karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan status pekerjaan dimana hasil p-value < 0,05.









