COPING STRATEGY SEBAGAI FAKTOR PENENTU BURNOUT DI KALANGAN TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2024
Abstract
ABSTRAK
Kesehatan mental merupakan aspek krusial dalam kesejahteraan holistik. Para profesional medis kerap menghadapi beban kerja berat, jam kerja panjang, dan tekanan emosional tinggi dalam merawat pasien. Kondisi ini berpotensi memicu stres berkepanjangan dan kelelahan emosional, yang dikenal sebagai burnout. Coping strategy atau strategi penanganan adalah upaya kognitif dan perilaku untuk mengelola tuntutan eksternal dan internal yang dianggap memberatkan atau melebihi kapasitas individu. Studi ini mengkaji korelasi antara coping strategy dan burnout menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner di Rumah Sakit X.
Desain penelitian cross sectional digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel independen dan dependen pada satu titik waktu. Mayoritas responden adalah perempuan (67,7%), berusia 26-35 tahun (36,8%), berpendidikan tinggi (73,7%), dengan masa kerja 10 tahun (54,1%), dan berstatus karyawan honorer (63,9%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan coping strategy. Untuk burnout, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan korelasi signifikan. Secara umum, terdapat hubungan antara coping strategy dan burnout (p-value 0,013). Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa problem-focused coping berkorelasi dengan burnout (p-value 0,003), sementara emotion-focused coping tidak menunjukkan hubungan signifikan. Burnout erat kaitannya dengan coping strategy yang digunakan. Semakin tinggi kemampuan problem-focused coping, semakin rendah tingkat stres. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengembangkan strategi coping yang efektif untuk mengatasi burnout di kalangan tenaga kesehatan.